Videok.top – Zenei Videók, Klippek és Kedvenc Előadók
Köszöntelek
Belépés / Regisztráció

TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Mengapa Davina Memilih Menghindari Sena

{literal}

Köszönöm! Oszd meg a barátaiddal!

URL

Nem tetszett ez a videó. Köszönjük a visszajelzést!

Sajnáljuk, lejátszási listát csak regisztrált felhasználók hozhatnak létre.
URL


Hozzáadott Készítette: Admin a
0 Megtekintés

Leírás

TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 90 Mengapa Davina Memilih Menghindari Sena
Pengkhianatan Tersembunyi dan Rahasia Rumah Sakit: Mengapa Davina Memilih Menghindar?
Di dalam keheningan kamarnya, bayang-bayang kecemasan mulai menggerogoti pikiran Sena saat ia terduduk di tepi tempat tidur. Perasaan bersalah dan ketakutan akan konsekuensi dari tindakan nekatnya terus berputar di kepalanya. Sambil bergumam sendiri meratapi nasibnya, ia menghitung kesalahan yang telah diperbuatnya, "tiga ya". Kesadaran itu menghantamnya dengan keras hingga ia tak bisa menahan diri untuk tidak mengeluh pada kesunyian, "hah pelanggaran gue banyak banget gue udah bertindak sendiri melakukan penyelamatan davina dari danang tanpa melibatkan rekan-rekan gue". Pikiran tentang masa depannya di kepolisian kini berada di ujung tanduk. Dengan cemas, ia melanjutkan gumamannya, "udah pasti ini dipermasalahkan pasti gua akan dihukum berat ini tambah lagi identitas gue sebagai intel udah ketahuan". Gelisah oleh kenyataan bahwa penyamarannya telah terbongkar, ia menimbang-nimbang keputusan besar yang harus diambilnya, "apa gue laporan aja ke pak prama sekarang ya soal penyamaran gue yang ketahuan davina".
Namun, keraguan besar mendadak menyergap hatinya kembali. Sena menyadari bahwa kejujuran yang terburu-buru justru bisa menghancurkan misinya yang belum usai. Ia kembali bergumam dalam kebimbangan, "tapi kalau gue lapor sekarang kak polres pasti akan ambil tindakan bisa-bisa besok pagi gue udah dicabut dari operasi penangkapan di bandika dan dipastikan gue akan dimutasi". Membayangkan dirinya harus pergi menjauh sebelum segalanya selesai membuat hatinya kian berat. Bagi Sena, ada satu urusan personal yang jauh lebih penting daripada sekadar hukuman dinas, hingga ia menegaskan pada dirinya sendiri, "nggak bisa begitu davina belum maafin gue gue nggak boleh dicabut dari kasus ini gue nggak boleh sampai dimutasi sebelum gue mencoba temui davina lagi dan meminta maaf".
Sementara itu di tempat lain, Davina sedang bersiap-siap melangkah keluar, meski langkah kakinya terasa begitu berat pagi itu. Konflik batin yang berkecamuk membuat motivasinya runtuh seketika. Sambil menghela napas, ia membatin dalam hati mengenai perubahan drastis yang ia rasakan, "beberapa hari terakhir tiap pagi Aku nunggu nunggu banget untuk pergi ke kantor karena di kantor Aku bakalan ketemu sena tapi hari ini pergi ke kantor adalah hal terakhir yang Aku inginkan karena Aku nggak mau lihat mukanya sena". Langkahnya kemudian terhenti di ruang tengah yang sepi. Merasa asing dengan kesunyian rumahnya sendiri, ia celingukan mencari keberadaan sang ayah dan bertanya-tanya, "papa mana kok belum kelihatan".
Karena tidak menemukan tanda-tanda kehadiran ayahnya, Davina pun memutuskan untuk memanggil asisten rumah tangganya, "bi bi sumi". Tak berselang lama, Bi Sumi datang menghampiri dan menyahut dengan sopan, "iya non". Rasa penasaran Davina yang belum terjawab membuatnya langsung melontarkan pertanyaan, "bi papa mana ya bapak". Bi Sumi segera menjelaskan situasi yang terjadi sejak malam sebelumnya, "semalam ke rumah sakit non kan non jihan dirawat karena sakit tipes jadi bapak nginep di rumah sakit barang barangnya aja baju bajunya juga bibi yang kirim ke sana". Mendengar kabar mendadak tersebut, Davina sedikit terkejut namun mencoba tetap tenang, "oh ya udah rumah sakitnya mana ya bi". Dengan sigap, Bi Sumi memberikan informasi lengkap beserta pesan yang dititipkan oleh sang ayah, "rumah sakit arkadia hospital non oh ya non semalam bapak juga pesan non davina harus makan yang banyak terus kalau non capek nggak usah ke kantor dulu katanya".
Mendengar perhatian dari sang ayah, Davina merasa sedikit lega di tengah suasana hatinya yang sedang kacau. Ia pun menyudahi percakapan tersebut sambil berpamitan, "ya udah non permisi ya makasih ya bi". Kabar mengenai kondisi saudaranya itu seketika mengubah rencana Davina hari ini, sekaligus memberikan jalan keluar dari situasi canggung yang ingin ia hindari di tempat kerja. Di dalam benaknya, sebuah rencana baru langsung terbentuk, "Aku baru tahu kalau jihan masuk rumah sakit habis sarapan Aku ke rumah sakit deh jenguk jihan kalau perlu seharian Aku di luar kantor biar nggak ketemu sama sena".
#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji #alucerita

TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Mengapa Davina Memilih Menghindari Sena – Online videóklip leírása

Fedezd fel a(z) TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Mengapa Davina Memilih Menghindari Sena lenyűgöző képi világát és dallamait. A zene szerelmeseinek készített válogatásunkban ez a klip kiemelt helyet foglal el. Indítsd el a lejátszást most, és élvezd a tiszta hangzást a Videok.top zenei portál jóvoltából megszakítások nélkül.

SZÓLJ HOZZÁ

Komment

Legyen Ön az első, aki hozzászól!
RSS