TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Davina Bersumpah Tak Ingin Lagi Melihat Wajah Sena
Leírás
TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Davina Bersumpah Tak Ingin Lagi Melihat Wajah Sena
Kebohongan Intelijen Terbongkar! Davina Bersumpah Tak Ingin Lagi Melihat Wajah Sena
Ketakutan yang mencekam seketika merayap di dalam kamar yang sunyi saat Sena terduduk dengan tatapan kosong di atas tempat tidurnya. Detak jantungnya berpacu cepat, berkejaran dengan rasa bersalah yang amat menghimpit dada akibat keputusan nekat yang diambilnya sendiri. Sambil meratapi nasibnya yang kini berada di ujung tanduk, ia bergumam sendiri dengan nada penuh tekanan, "tiga ya". Bayang-bayang kehancuran karier dan ancaman sanksi militer mulai membayangi pikirannya, membuat suasana hatinya kian mencekam saat ia kembali mendesah frustrasi, "hah pelanggaran gue banyak banget gue udah bertindak sendiri melakukan penyelamatan davina dari danang tanpa melibatkan rekan-rekan gue". Ketegangan semakin memuncak ketika ia menyadari bahwa posisinya kini benar-benar terancam, lalu dengan suara bergetar ia melanjutkan gumaman kelamnya, "udah pasti ini dipermasalahkan pasti gua akan dihukum berat ini tambah lagi identitas gue sebagai intel udah ketahuan". Di tengah keputusasaan yang mendalam, ia bimbang apakah harus menyerahkan diri pada komandannya sekarang atau menutupi segalanya, hingga ia berbisik lirik, "apa gue laporan aja ke pak prama sekarang ya soal penyamaran gue yang ketahuan davina".
Namun, bayangan akan kehilangan Davina selamanya justru memicu gejolak emosi yang jauh lebih menakutkan di dalam dirinya. Sena tahu betul bahwa sekali ia melangkah ke markas, tamat sudah kesempatannya untuk memperbaiki keadaan. Dengan napas yang memburu menahan beban batin, ia bergumam penuh keraguan, "tapi kalau gue lapor sekarang kak polres pasti akan ambil tindakan bisa-bisa besok pagi gue udah dicabut dari operasi penangkapan di bandika dan dipastikan gue akan dimutasi". Kenyataan pahit itu mencabik-cabik perasaannya, melahirkan sebuah kepasrahan sekaligus ego yang kuat bahwa ia tidak boleh pergi dengan cara sekotor ini. Sambil mengepalkan tangan di atas kasur, ia menegaskan niatnya dengan penuh emosional, "nggak bisa begitu davina belum maafin gue gue nggak boleh dicabut dari kasus ini gue nggak boleh sampai dimutasi sebelum gue mencoba temui davina lagi dan meminta maaf".
Di sudut lain kota, suasana dingin dan mencekam juga menyelimuti kediaman Davina, di mana kekecewaan mendalam telah merenggut seluruh energinya pagi itu. Keberaniannya luruh, digantikan oleh rasa muak dan benci akibat pengkhianatan yang baru saja ia ketahui. Sambil menatap nanar ke arah pintu, ia meratapi kehancuran hatinya yang begitu menyakitkan, "beberapa hari terakhir tiap pagi Aku nunggu nunggu banget untuk pergi ke kantor karena di kantor Aku bakalan ketemu sena tapi hari ini pergi ke kantor adalah hal terakhir yang Aku inginkan karena Aku nggak mau lihat mukanya sena". Langkah kakinya yang gundah kemudian membawanya ke ruang tengah yang sunyi senyap seperti tak berpenghuni. Merasa ada yang tidak beres dengan atmosfer rumahnya, ia mengedarkan pandangan dengan penuh kecurigaan dan bergumam, "papa mana kok belum kelihatan".
Rasa cemas yang tiba-tiba menyergap membuat Davina tidak bisa lagi menahan diri, hingga ia berteriak memanggil asisten rumah tangganya dengan suara meninggi, "bi bi sumi". Tak lama kemudian, langkah tergesa-gesa terdengar dan Bi Sumi pun muncul dengan wajah panik seraya menjawab, "iya non". Tanpa basa-basi, Davina langsung menuntut penjelasan atas kejanggalan di rumah mereka, "bi papa mana ya bapak". Dengan nada bicara yang buru-buru dan penuh keprihatinan, Bi Sumi akhirnya membeberkan sebuah kabar darurat yang terjadi sepanjang malam, "semalam ke rumah sakit non kan non jihan dirawat karena sakit tipes jadi bapak nginep di rumah sakit barang barangnya aja baju bajunya juga bibi yang kirim ke sana". Kenyataan itu menghantam Davina bak petir di siang bolong, membuatnya terpaku sesaat sebelum bertanya dengan nada mendesak, "oh ya udah rumah sakitnya mana ya bi".
Bi Sumi pun langsung memberikan jawaban cepat untuk menenangkan ketegangan yang mendadak tercipta di antara mereka, "rumah sakit arkadia hospital non oh ya non semalam bapak juga pesan non davina harus makan yang banyak terus kalau non capek nggak usah ke kantor dulu katanya". Mendengar wejangan dari sang ayah di tengah situasi yang genting ini, Davina mencoba menguasai emosinya kembali dan menyudahi percakapan dengan terburu-buru, "ya udah non permisi ya makasih ya bi". Namun, alih-alih panik karena penyakit saudaranya, sebuah siasat pelarian justru langsung terlintas di benak Davina yang sedang dilingkupi amarah. Sembari memikirkan cara untuk menghilang dari jangkauan Sena, ia merencanakan pelariannya dengan penuh ketegasan, "Aku baru tahu kalau jihan masuk rumah sakit habis sarapan Aku ke rumah sakit deh jenguk jihan kalau perlu seharian Aku di luar kantor biar nggak ketemu sama sena".
#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji #alucerita
TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Davina Bersumpah Tak Ingin Lagi Melihat Wajah Sena – Online videóklip leírása
A(z) TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 91 Davina Bersumpah Tak Ingin Lagi Melihat Wajah Sena klipje most elérhetővé vált a Videok.top oldalon. Ha szereted a minőségi zenei videókat, ez a tartalom biztosan elnyeri a tetszésedet. Indítsd el a lejátszást, élvezd a ritmust, és böngéssz a folyamatosan frissülő hazai és külföldi toplistáink között.





![Plunderer Episode 3 [English Sub]](https://i.ytimg.com/vi/VzK13_Q5Wos/hqdefault.jpg)











![Safira Inema - Korban Janji [Official Music Video]](https://i.ytimg.com/vi/Up3oviBbB7E/hqdefault.jpg)
















































![Monsters Can be Heroes too! episode 9 -17 [Comic dub]](https://i.ytimg.com/vi/2aL4oGrwxvQ/hqdefault.jpg)
























![Denny Caknan [KARTONYONO MEDOT JANJI] - Road To Kilau Raya (28/9)](https://i.ytimg.com/vi/z_i12Qe1rPo/hqdefault.jpg)
















































![veszélyes coronita mix 2020 [DJ Renáto]](https://i.ytimg.com/vi/3iCRPFs95mw/hqdefault.jpg)






















































